Kebencian itu membeludak bagai magma yang siap tumpah, tapi begitu pula air mataku. Rasanya dia sudah siap-siap meluncur dari tenggorokan. Kalau sudah begini.. bagaimana aku dapat menghadirkan seorang manusia? Rasanya tidak tega. Lalu berkilah dibalik tidak percaya pada rejeki Allah. Aku pergunakan matematika manusia untuk melakukan perencanaan hidup dan bersedekah dengan matematika Allah!
Bukankah aku sudah berjanji bahwa tidak akan lagi melalui hal yang sama? Bukankah aku sudah belajar? Bukan aku tidak percaya padaMu Ya Allah... Aku percaya... Aku tidak percaya pada diriku sendiri, karena bukankah Kau sudah bilang untuk tidak membiarkan anak-anak kami dalam keadaan yang lemah? Kalau aku menghadirkan manusia lagi ke dunia dengan kondisi seperti ini, dan Engkau berikan lagi cobaan seperti sebelumnya... Bisakah kami bertahan tanpa punya payung sebelumnya?
Ya Allah, betapa mengerikannya perasaan ini. Untuk sesaat, aku merasa khawatir akan perasaan cukup. Ya Allah... cukupkanlah kami... dan bantulah kami Ya Allah...
Tuesday, April 13, 2010
Monday, March 15, 2010
why blogging?
Bener g sih.. kalau cuma orang-orang yang narcis aja yang punya blog?
Terus kenapa dong aku punya blog?
sebenarnya sih ganti diary... dulu jamannya diary, terus pindah ke "diary orang" setelah itu, ngeblog.
Kadang ada perasaan, iiiiiiiiiiiiih, kok nulis-nulis hal yang gak bermanfaat. So what gitu loch! Namanya juga diary gw! :P
Terus kenapa dong aku punya blog?
sebenarnya sih ganti diary... dulu jamannya diary, terus pindah ke "diary orang" setelah itu, ngeblog.
Kadang ada perasaan, iiiiiiiiiiiiih, kok nulis-nulis hal yang gak bermanfaat. So what gitu loch! Namanya juga diary gw! :P
Thursday, January 14, 2010
Ini Instropeksi Diri
Suatu hari,
pembantuku yang lama bilang dia mau berhenti kerja karena dia hamil muda dan g kuat mual2. Aku langsung minta sama dia untuk mencarikan pengganti...
Adalah penggantinya... mantan pembantu temanku yang juga kebetulan tetanggaku. Karena rasa egois dan perasaan "butuh", maka aku hire...
Ternyata disinilah masalah demi masalah itu timbul. Temanku menuduh pembantu baruku sebagai seorang pembohong. Karena dulu, pembantuku itu bilang kepada temanku bahwa dia tidak mau bekerja lagi karena mau hamil. Tapi ternyata dia malah bekerja di tempatku. Dalam persepsiku, waktu itu, dia memang tidak ingin bekerja dan tidak cari kerja, tapi ketika itu, dia ditawari pekerjaan, yang kemudian setelah dipikirkan baik-baik, akhirnya dia bekerja denganku.
Aku pun ketika memperkerjakannya tidak minta ijin pada temanku karena dalam pikiranku, "toh dia sudah tidak bekerja lagi dengan temanku." Aku cuma memberitahukan kepada temanku bahwa pembantu lamanya kini bekerja lagi denganku.
Di sinilah keruwetan itu terjadi. Temanku tidak bisa melupakan begitu saja "kebohongan" pembantu baruku padanya, dan hal itu mengakibatkan ketidaksukaan yang mendalam kepada pembantu baruku.
Kini, masalah baru timbul... (Insya Allah sudah selesai) Pembantu baruku berbohong pada pembantu baru temanku tentang gaji yang diberikan olehku. Angka yang dia sebut lumayan tinggi untuk ukuran pembantu pulang pergi. Tentu saja itu tidak benar. Tetapi pembantu baru temanku menyampaikan hal ini kepada temanku. Alhasil, temanku mencak2 padanya dan padaku.
Aku sudah menegur pembantu baruku. Aku jadi wondering... seandainya pembantuku itu tidak berbohong, seandainya angka yang dia sampaikan itu adalah benar gajinya, akankah temanku itu mencak2? Entahlah... I do not know..
Aku dan pembantuku yang sekarang, alhamdulillah sudah klop... tapi kenapa kami merasa seperti romeo dan juliet ya? Btw, mungkin keputusan aku untuk memperkerjakan dia waktu itu, kurang memperhatikan perasaan temanku. Mungkin inilah balasannya...
pembantuku yang lama bilang dia mau berhenti kerja karena dia hamil muda dan g kuat mual2. Aku langsung minta sama dia untuk mencarikan pengganti...
Adalah penggantinya... mantan pembantu temanku yang juga kebetulan tetanggaku. Karena rasa egois dan perasaan "butuh", maka aku hire...
Ternyata disinilah masalah demi masalah itu timbul. Temanku menuduh pembantu baruku sebagai seorang pembohong. Karena dulu, pembantuku itu bilang kepada temanku bahwa dia tidak mau bekerja lagi karena mau hamil. Tapi ternyata dia malah bekerja di tempatku. Dalam persepsiku, waktu itu, dia memang tidak ingin bekerja dan tidak cari kerja, tapi ketika itu, dia ditawari pekerjaan, yang kemudian setelah dipikirkan baik-baik, akhirnya dia bekerja denganku.
Aku pun ketika memperkerjakannya tidak minta ijin pada temanku karena dalam pikiranku, "toh dia sudah tidak bekerja lagi dengan temanku." Aku cuma memberitahukan kepada temanku bahwa pembantu lamanya kini bekerja lagi denganku.
Di sinilah keruwetan itu terjadi. Temanku tidak bisa melupakan begitu saja "kebohongan" pembantu baruku padanya, dan hal itu mengakibatkan ketidaksukaan yang mendalam kepada pembantu baruku.
Kini, masalah baru timbul... (Insya Allah sudah selesai) Pembantu baruku berbohong pada pembantu baru temanku tentang gaji yang diberikan olehku. Angka yang dia sebut lumayan tinggi untuk ukuran pembantu pulang pergi. Tentu saja itu tidak benar. Tetapi pembantu baru temanku menyampaikan hal ini kepada temanku. Alhasil, temanku mencak2 padanya dan padaku.
Aku sudah menegur pembantu baruku. Aku jadi wondering... seandainya pembantuku itu tidak berbohong, seandainya angka yang dia sampaikan itu adalah benar gajinya, akankah temanku itu mencak2? Entahlah... I do not know.. Aku dan pembantuku yang sekarang, alhamdulillah sudah klop... tapi kenapa kami merasa seperti romeo dan juliet ya? Btw, mungkin keputusan aku untuk memperkerjakan dia waktu itu, kurang memperhatikan perasaan temanku. Mungkin inilah balasannya...

Thursday, January 07, 2010
I love you mom!
Assalamu'alaikum Mama,
Apa kabar? Semoga Allah selalu menyayangi mama, mengasihi mama, mencintai dan mengampuni mama
Tanpa terasa, sudah hampir 5 tahun mama pergi... Teteh baru sadar tadi, ketika mengirim surat Yasin untuk mama. Semoga mama menerima
Tapi teteh lupa, tanggal berapa mama pergi. Tanggal 10 kah? tanggal 14 kah? Semuanya bercampur aduk... Semua kenangan di tahun itu begitu penuh hiruk pikuk hingga teteh tidak sempat berpikir ataupun merasa.
Adnan sekarang sudah hampir 4 tahun. Alhamdulillah sehat, meskipun kl makan kadang harus dipaksa, atau bahkah teteh suka lupa waktunya dia makan snack... kl mama hadir di antara kami, pasti teteh sudah diceramahi panjang lebar...
Teteh rindu sekali ma... beberapa kali teteh menangis.. bukan karena tidak rela, tapi lebih pada rasa rindu yang tiba2 memuncak lalu pecah menjadi sungai air mata. Hampir tidak ada penyesalan.. hanya keridhoan atas apa yang sudah Allah tetapkan untuk kita.
Waktu hari ibu tahun kemarin, status teman-teman banyak yang bercerita tentang ibu mereka, tentang rasa terima kasih mereka pada ibu mereka. Hehehehe, teteh tidak mampu untuk mengungkapkannya karena teteh takut menangis. Bukankah lebih baik tersenyum mengingat mama kemudian mendoakan, daripada harus menangis sedih.
Mama, mungkin, teteh menghindari untuk mengenang mama terus menerus. Meski teteh suka cerita tentang mama, dan kadang melakukan apa yang suka mama lakukan, tapi ada sekelumit dalam pikiran untuk tidak terlalu memikirkan mama. Bukan karena teteh tidak sayang, teteh pikir.. mungkin kepergian mama telah meninggalkan luka di dalam hati. Yang kalau teteh terus menerus mengenang mama, seperti menabur garam... kejam sekali ya? Teteh cuma berpikir bahwa hidup ini harus terus berjalan... hidup harus berjalan...
Kok rasanya teteh seperti tidak punya hati ya? seperti tidak punya cinta untuk mama? Buat teteh, tidak ada gunanya mengenang dan mengenang.. lebih baik berdoa dan berdoa! Itulah tanda cinta teteh buat mama... teteh cuma bisa jadi anak sholeh, supaya teteh bisa berdoa untuk mama. Karena saat ini, tidak ada lagi yang bisa teteh lakukan untuk mama, tidak bisa mencium atau memeluk mama untuk menyatakan rasa cinta teteh ke mama... cuma bisa berdoa dan menjadi anak sholeh.
Teteh sayaaaaaaaaaaaaaaang sekali sama mama...
Ampunilah dosa ibuku, Sayangilah ibuku dan Cintailah ibuku, Ya Allah!
Lapangkan lah kuburnya, dan terangilah kuburnya Ya Allah!
Mama, lagu ini... untuk mama...
Apa kabar? Semoga Allah selalu menyayangi mama, mengasihi mama, mencintai dan mengampuni mama

Tanpa terasa, sudah hampir 5 tahun mama pergi... Teteh baru sadar tadi, ketika mengirim surat Yasin untuk mama. Semoga mama menerima
Tapi teteh lupa, tanggal berapa mama pergi. Tanggal 10 kah? tanggal 14 kah? Semuanya bercampur aduk... Semua kenangan di tahun itu begitu penuh hiruk pikuk hingga teteh tidak sempat berpikir ataupun merasa. Adnan sekarang sudah hampir 4 tahun. Alhamdulillah sehat, meskipun kl makan kadang harus dipaksa, atau bahkah teteh suka lupa waktunya dia makan snack... kl mama hadir di antara kami, pasti teteh sudah diceramahi panjang lebar...

Teteh rindu sekali ma... beberapa kali teteh menangis.. bukan karena tidak rela, tapi lebih pada rasa rindu yang tiba2 memuncak lalu pecah menjadi sungai air mata. Hampir tidak ada penyesalan.. hanya keridhoan atas apa yang sudah Allah tetapkan untuk kita.
Waktu hari ibu tahun kemarin, status teman-teman banyak yang bercerita tentang ibu mereka, tentang rasa terima kasih mereka pada ibu mereka. Hehehehe, teteh tidak mampu untuk mengungkapkannya karena teteh takut menangis. Bukankah lebih baik tersenyum mengingat mama kemudian mendoakan, daripada harus menangis sedih.
Mama, mungkin, teteh menghindari untuk mengenang mama terus menerus. Meski teteh suka cerita tentang mama, dan kadang melakukan apa yang suka mama lakukan, tapi ada sekelumit dalam pikiran untuk tidak terlalu memikirkan mama. Bukan karena teteh tidak sayang, teteh pikir.. mungkin kepergian mama telah meninggalkan luka di dalam hati. Yang kalau teteh terus menerus mengenang mama, seperti menabur garam... kejam sekali ya? Teteh cuma berpikir bahwa hidup ini harus terus berjalan... hidup harus berjalan...
Kok rasanya teteh seperti tidak punya hati ya? seperti tidak punya cinta untuk mama? Buat teteh, tidak ada gunanya mengenang dan mengenang.. lebih baik berdoa dan berdoa! Itulah tanda cinta teteh buat mama... teteh cuma bisa jadi anak sholeh, supaya teteh bisa berdoa untuk mama. Karena saat ini, tidak ada lagi yang bisa teteh lakukan untuk mama, tidak bisa mencium atau memeluk mama untuk menyatakan rasa cinta teteh ke mama... cuma bisa berdoa dan menjadi anak sholeh.
Teteh sayaaaaaaaaaaaaaaang sekali sama mama...
Ampunilah dosa ibuku, Sayangilah ibuku dan Cintailah ibuku, Ya Allah!
Lapangkan lah kuburnya, dan terangilah kuburnya Ya Allah!
Mama, lagu ini... untuk mama...

Kubuka album biru
Penuh debu dan usang
Ku pandangi semua gambar diri
Kecil bersih belum ternoda
Pikirkupun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku
Reff:
Kata mereka diriku slalu dimanja
Kata mereka diriku slalu dtimang
Nada nada yang indah
Slalu terurai darinya
Tangisan nakal dari bibirku
Takkan jadi deritanya
Tangan halus dan suci
Tlah mengangkat diri ini
Jiwa raga dan seluruh hidup
Rela dia berikan
Back to reff
Oh bunda ada dan tiada dirimu
Kan slalu ada di dalam hatiku
I love you mom

Penuh debu dan usang
Ku pandangi semua gambar diri
Kecil bersih belum ternoda
Pikirkupun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku
Reff:
Kata mereka diriku slalu dimanja
Kata mereka diriku slalu dtimang
Nada nada yang indah
Slalu terurai darinya
Tangisan nakal dari bibirku
Takkan jadi deritanya
Tangan halus dan suci
Tlah mengangkat diri ini
Jiwa raga dan seluruh hidup
Rela dia berikan
Back to reff
Oh bunda ada dan tiada dirimu
Kan slalu ada di dalam hatiku
I love you mom

Ganbatte ne!
Kl aku optimis soal bisnis.. dengan semua tekad untuk maju... g begitu halnya dengan Adnan. Payah ya? Padahal Adnan kan hal yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah?
Kl ditanya prioritas... pelahan2 prioritasku berubah jadi bisnis... meski berusaha mengimbangi dengan sabtu, minggu dan hari libur g berbisnis.. tapi setiap hari, di hadapan Adnan, aku sibuk di depan komputer.. dia main sendiri, gambar sendiri... dan belajar sendiri...
Kl ditanya sudah berapa surat yang Adnan hapal? jawabannya NOL. Sudah biasakah Adnan dengan membaca doa sebelum melakukan sesuatu? Jawabannya NOL. Aku terlalu sibuk atau bahkan terlalu tidak peduli? Aku blm menemukan garis keseimbangan yang bagus. Harus diakui bahwa dia masih bergantung padaku untuk mengatur jadwalnya setiap hari.
Ayoooooooooooo, harus berusaha lebih kuat lagi!!! Apalagi, beban bolak balik ke suplier sudah diambil orang... Jadi sekarang aku bisa full di rumah... ayooooo!
BERJUANG!
Kl ditanya prioritas... pelahan2 prioritasku berubah jadi bisnis... meski berusaha mengimbangi dengan sabtu, minggu dan hari libur g berbisnis.. tapi setiap hari, di hadapan Adnan, aku sibuk di depan komputer.. dia main sendiri, gambar sendiri... dan belajar sendiri...
Kl ditanya sudah berapa surat yang Adnan hapal? jawabannya NOL. Sudah biasakah Adnan dengan membaca doa sebelum melakukan sesuatu? Jawabannya NOL. Aku terlalu sibuk atau bahkan terlalu tidak peduli? Aku blm menemukan garis keseimbangan yang bagus. Harus diakui bahwa dia masih bergantung padaku untuk mengatur jadwalnya setiap hari.
Ayoooooooooooo, harus berusaha lebih kuat lagi!!! Apalagi, beban bolak balik ke suplier sudah diambil orang... Jadi sekarang aku bisa full di rumah... ayooooo!
BERJUANG!
Subscribe to:
Posts (Atom)